IPB Berikan Edukasi Literasi Keuangan untuk Ibu-Ibu PKK Desa Manjung

Table of Contents
emhate.com — Mengelola keuangan rumah tangga sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi para ibu, terlebih dalam membedakan mana kebutuhan mendesak dan mana keinginan semata. Menjawab tantangan tersebut, Tim Program Dosen Pulang Kampung (DOSPULKAM) IPB University berkolaborasi dengan Tim KKN Tematik (KKNT) Manjung Wonogiri 19 menggelar sesi Edukasi Literasi Keuangan bagi ibu-ibu PKK Dusun Manjung Wetan RT 02, Desa Manjung, Sabtu (18/7/2026) malam.

Sesi yang berlangsung hangat dan interaktif pada pukul 19.15–22.00 WIB ini dihadiri langsung oleh Ketua Tim Dospulkam Desa Manjung, Dr. Ir. Ninuk Purnaningsih, M.Si., serta menghadirkan narasumber Anita Primaswari Widhiani, S.P., M.Si. selaku anggota Tim Dospulkam IPB.

Mengapa Uang Cepat Habis? Kuncinya Ada pada Pemisahan Kas

Dalam pemaparannya, Bu Anita menekankan salah satu kebiasaan yang sering kali membuat keuangan keluarga terasa "bocor halus", yaitu mencampuradukkan uang belanja rumah tangga dengan uang modal usaha.

"Sering kali timbul pertanyaan, 'Kok uang cepat sekali habis, ya? Lari ke mana uangnya?' Salah satu penyebab utamanya adalah uang usaha dan uang dapur yang masih menyatu. Dengan memisahkan kedua kantong keuangan ini, kita bisa tahu secara jelas ke mana alur penggunaan uang dan berapa keuntungan usaha yang sebenarnya," jelas Bu Anita di hadapan para peserta.
Penyampaian materi yang aplikatif ini dinilai sangat bermanfaat dan informatif oleh warga setempat dalam upaya menopang kesejahteraan serta keberlanjutan ekonomi keluarga.

4 Tips Praktis Kelola Keuangan Keluarga ala Dospulkam IPB
Guna mewujudkan keuangan rumah tangga yang ideal, Bu Anita membagikan empat langkah sederhana yang dapat langsung diterapkan oleh ibu-ibu rumah tangga di Dusun Manjung Wetan:

1. Gali Peluang Menambah Pendapatan dari Pekarangan
Manfaatkan aset lahan pekarangan atau kebun di sekitar rumah dengan menanam tanaman pangan, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan, yang hasilnya bisa menopang kebutuhan harian keluarga.

2. Tekan Pengeluaran Dapur
Hasil panen mandiri dari kebun sendiri secara otomatis mengurangi anggaran belanja pangan. Alokasi dana yang terhemat tersebut bisa dialihkan untuk kebutuhan lain yang lebih mendesak atau disimpan sebagai tabungan.

3. Mulai Menabung Tanpa Menunggu 'Uang Banyak'
Menabung tidak harus dalam nominal besar. Konsistensi menyisihkan uang dalam jumlah kecil—misalnya Rp1.000 hingga Rp2.000 per hari—jika dilakukan secara rutin akan sangat membantu ketahanan finansial keluarga di masa depan.

4. Disiplin Memisahkan Modal Usaha dan Kebutuhan Rumah
Pastikan uang untuk perputaran modal usaha tidak terpakai untuk keperluan dapur sehari-hari agar usaha warga dapat terus berkembang secara berkelanjutan.

Komitmen Pencatatan: Bedakan 'Kebutuhan' vs 'Keinginan'

Di akhir sesi, para peserta diajak untuk membangun komitmen harian dalam mencatat setiap pengeluaran, daftar kebutuhan rumah tangga, hingga rencana belanja bulanan.

Pencatatan yang rinci ini bertujuan agar para ibu dapat mengevaluasi dan membedakan dengan bijak mana belanjaan yang merupakan kebutuhan pokok dan mana yang sekadar keinginan sesaat.

Melalui edukasi ini, Tim Dospulkam IPB dan mahasiswa KKNT berharap ibu-ibu PKK Dusun Manjung Wetan semakin cermat dan mandiri secara finansial demi terwujudnya keluarga yang sejahtera dan tangguh.
emhate.com
emhate.com Menulis Tanpa Henti

Posting Komentar