Tetap Bertumbuh di Kala Sepi
Table of Contents
![]() |
| Ilustrasi kesepian. Image by Harut Movsisyan from Pixabay |
Kehidupan dewasa tidak segampang apa yang dibayangkan waktu kecil. Dulu, ketika masih kecil, aku membayangkan kalau sudah dewasa bisa mendapatkan penghasilan sendiri, bisa jajan apa saja yang disukai, bisa pergi ke mana-mana tanpa harus meminta uang kepada orang tua. Ternyata, kehidupan dewasa tak seindah angan-angan masa kecil.
Saat tumbuh menjadi orang dewasa, ternyata mencari pekerjaan tidak mudah, terlebih di era sekarang. Gelar sarjana acapkali tidak cukup untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Ketika tumbuh dewasa, ternyata pikiran kita malah semakin tercabang: memikirkan masa depan yang kerap dicemaskan.
Tak terlewatkan, rasa kesepian bisa menyelimuti kehidupan orang dewasa. Saat cirlce pertemanan mulai menyusut, tak ada lagi teman yang biasa ada setiap saat. Teman yang dulu sama-sama kini punya kehidupannya masing-masing, terlebih mereka yang sudah menikah.
Rasanya berat untuk menjadi orang dewasa. Terlalu rumit kehidupan orang dewasa. Tapi di balik itu, aku merasa yakin bahwa fase rumit ini akan indah pada waktunya. Kesepian bukan menjadi alasan untuk tetap bertumbuh: menjadi seseorang yang lebih baik dari setiap harinya.
Ada atau tiada teman dekat, kita memang harus tetap menjalani sisa kehidupan ini. Tak akan ada habisnya jika terus menerus memvalidasi keadaan kesepian. Ya, aku memang sedang kesepian. Aku harap, tulisan ini dan tulisan berikutnya akan menjadi teman bertumbuh untukku agar tidak selalu kesepian.
Tama
Gabung ke saluran WhatsApp emhate.com untuk mendapatkan informasi lebih update. Klik link di bawah ini.

Posting Komentar