Program SUIJI-SLP 2026, Mahasiswa Indonesia-Jepang Hadirkan Edukasi Karakter dan Cuaca bagi Siswa-Siswi RA Nurul Huda di Garut

Table of Contents
emhate.com - Mahasiswa IPB University bersama mahasiswa Jepang yang tergabung dalam program SUIJI-SLP 2026 menggelar kegiatan pembelajaran interaktif bagi siswa siswi RA Nurul Huda di Desa Jayamekar, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, pada 24 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang mempertemukan mahasiswa dari Indonesia dan Jepang untuk belajar bersama masyarakat sekaligus melakukan pertukaran budaya.
Program SUIJI-SLP sendiri merupakan kerja sama enam perguruan tinggi dari Indonesia dan Jepang yang bertujuan memberikan pengalaman belajar lintas budaya melalui kegiatan service learning di tengah masyarakat. Mahasiswa tidak hanya belajar mengenai potensi lokal, tetapi juga berkontribusi melalui berbagai program edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Selama pelaksanaan kegiatan di RA Nurul Huda, mahasiswa membagi aktivitas pembelajaran menjadi dua kelas, yaitu TK A dan TK B, dengan pendekatan yang disesuaikan dengan usia siswa.
Pada kelas TK A, mahasiswa melaksanakan program GENKI (Gerakan Nilai Kebaikan) yang berfokus pada pembiasaan kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan storytelling, permainan peran, serta aktivitas praktik sederhana, siswa diajak memahami pentingnya bangun pagi, berdoa sebelum beraktivitas, serta mengonsumsi makanan sehat dan bergizi. Anak-anak juga melakukan kegiatan menanam kacang hijau sebagai upaya menanamkan nilai kemandirian dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
Sementara itu, pada kelas TK B, mahasiswa melaksanakan program SORA (Sayangi Observasi Ramah Alam) yang mengenalkan konsep dasar cuaca dan fenomena alam melalui aktivitas eksploratif. Siswa diajak mengenal berbagai jenis cuaca melalui permainan menebak cuaca dan bermain peran menggunakan media gambar. Selain itu, mahasiswa juga mengajak siswa melakukan simulasi proses terbentuknya hujan menggunakan alat peraga sederhana.
Sebagai bentuk pembelajaran mitigasi sederhana, siswa juga diajak mempraktikkan penggunaan jas hujan dan payung serta bermain melompati genangan air. Kegiatan ini bertujuan membantu siswa memahami cara sederhana menghadapi kondisi hujan sekaligus menumbuhkan kesadaran terhadap lingkungan.
Selain materi edukasi, mahasiswa juga memperkenalkan budaya Jepang melalui kegiatan membuat boneka teru-teru bozu, yaitu boneka tradisional yang dikenal sebagai simbol harapan agar cuaca menjadi cerah. Kegiatan ini memberikan pengalaman baru bagi siswa sekaligus mengenalkan unsur budaya Jepang secara sederhana.
Kepala Sekolah RA Nurul Huda, Nining Nurhayati, menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa Indonesia dan Jepang tersebut.
“Untuk kesannya terima kasih semuanya, ini sangat berkesan dan sangat membantu kami. Kegiatan ini menambah wawasan bagi kami dan juga bagi adik-adik. Terima kasih sudah datang ke sini, ini baru pertama kali ada kegiatan seperti ini di sekolah kami,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi para siswa.
“Untuk adik-adiknya tetap semangat ya, terus menebar kebaikan. Kalau ada yang sedang menjadi guru juga semangat dan semoga sukses,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap siswa dapat belajar mengenai fenomena alam sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu, semangat belajar, serta kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

Penulis: Satria Aziz Nur Muhammad Shidiq , Mahasiswa Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia, IPB University

emhate.com
emhate.com Menulis Tanpa Henti

Posting Komentar